Senin, 07 Februari 2011

PENGAJARAN TABERNAKEL

PENGAJARAN TABERNAKEL

Pengajaran Tabernakel adalah doktrin Alkitabiah seutuhnya berdasarkan pola Kerajaan Sorga (Ibr. 8:5), yakni Pola Keselamatan dari Allah.  Melalui Pola yang Alkitabiah ini yang kemudian disebut  Pola Pengajaran Tabernakel, manusia secara tepat dan pasti dibimbing untuk menemukan dan menerima KESELAMATAN KEKAL dari Allah melalui satu-satunya JALAN yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.


LATAR BELAKANG

Rahasia (Pengajaran) Tabernakel yang Alkitabiah ini diilhamkan Allah kepada hambaNya, Pdt. F. G. Van Gessel (Blitar 1893 – Abepura 1958) di suatu pagi yang tak terlupakan di Jawa Timur (1935), pada saat beliau membaca Injil Yohanes 1:14.   Urapan Roh Kudus begitu kuat menguasai beliau sehingga beliau membacanya tidak seperti biasanya namun demikian: 'Dan Firman telah menjadi daging dan bertabernakel (bhs. Yunani skenoo, artinya: mendirikan / tempat tinggal sementara) diantara kita..."

Sejak hari itu p engungkapan rahasia Tabernakel ini terus berlanjut bagi beliau yang khusus membaca, menekuni, menggali, dan menghayati kebenaran tsb, yang ada dalam kitab Keluaran; maka lebih banyak lagi rahasia Ilahi yang terkandung dalam Kemah Suci atau Tabernakel dibukakan. Dan tersusunlah seluruh Perjanjian Lama (39 kitab) dan seluruh Perjanjian Baru (27 kitab) dalam Pola Pengajaran Tabernakel yang ajaib ini.  Bahkan semakin jelas, gamblang dan sangat tepat menyatakan hubungan antara gereja Tuhan sebagai Tubuh Kristus yang Am dengan Kristus sebagai Kepala (Ef. 1:22, 23; 5:23, 32).


SASARAN AKHIR YANG TERARAH PASTI

Maka tujuan akhir dari Pengajaran Tabernakel ini adalah menyiapkan gereja sebagai Mempelai Wanita Anak Domba (Yoh. 3:29) yang dipersiapkan bagi Mempelai Pria Sorga yaitu Kristus, (2Kor.11:2, Why. 19:7-8)! Itulah yang sering disebut Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel yang dengan pasti membawa gereja melangkah menuju sasaran yang mulia: Perjamuan Kawin Anak Domba (Why. 19:7).

Pada tahun 1968. Pdt. In Yuwono (1927 1989), salah seorang murid dari Pdt. F. G. van Gessel, didukung oleh rekan rekan hamba Tuhan lainnya, telah mendirikan Lembaga Pendidikan Elkitab (LEMPIN-EL) di Surabaya; dan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Pong Dongalemba (1936 2002), sampai angkatan ke XXVI (2002).


      Dalam menghadapi pelayanan yang semakin kompleks, dipandang perlu untuk meningkatkan wawasan hamba – hamba Tuhan di dalam Kabar Mempelai, maka pada tahun 2004, Pdt. Paulus Budiono bersama rekan-rekan hamba Tuhan dalam dan luar negeri bersepakat meningkatkan status LEMPIN-EL menjadi suatu program Pendidikan Alkitab dengan tetap berlandaskan pada Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel, yaitu:
Sekolah Alkitab Pengajaran Tabernakel Kabar Mempelai Internasional ( SAPTA KMI ).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar